Semarang – Fraksi PKS DPRD Kota Semarang menerima audiensi dari SPMI (Serikat Penggerak Mitra Indonesia), sebuah organisasi yang menaungi masyarakat mitra aplikasi transportasi di Indonesia. Dalam pertemuan tersebut, Ketua SPMI, Rahmat, menyampaikan sejumlah aspirasi terkait persoalan ketenagakerjaan yang dihadapi para mitra aplikasi.
Rahmat menjelaskan bahwa hingga saat ini regulasi yang ada belum sepenuhnya berpihak kepada para mitra. Akibatnya, mereka masih sangat bergantung pada aplikator, yang kerap memberlakukan potongan biaya tinggi dan kebijakan sepihak. Kondisi ini, menurut Rahmat, sering memicu keresahan bahkan aksi demonstrasi, karena tuntutan mitra tidak pernah mendapatkan solusi yang adil.
Sebagai bentuk ikhtiar, SPMI berinisiatif mencari peluang kerja sama, termasuk pelatihan dan pendampingan, agar mitra aplikasi transportasi dapat mengembangkan usaha mandiri seperti UMKM. “Kami ingin ada jalan keluar agar mitra tidak sepenuhnya bergantung pada aplikator. Dengan membuka peluang UMKM, mereka bisa memiliki sumber pendapatan lain dan lebih sejahtera,” ungkap Rahmat.
Fraksi PKS menyambut baik aspirasi tersebut dan berkomitmen untuk memperjuangkan regulasi yang lebih adil serta membuka akses kolaborasi lintas sektor. Tujuannya, agar kesejahteraan mitra aplikasi transportasi meningkat, sekaligus mencegah potensi permasalahan sosial yang dapat mengganggu ketertiban dan keamanan masyarakat.
